Pages

Kamis, 30 Januari 2014

Tips Menggacorkan Burung prenjak

Tips Perawatan Prenjak Kepala Merah Agar Gacor

Tips Perawatan Prenjak Kepala Merah Agar Gacor
Burung prenjak kepala merah ini umumnya banyak di dapatkan di kebun-kebun, pegunungan, perbukitan hingga juga di persawahaan, burung ini adalah burung keluarga Cisticolidae dari kerajaan Animalia ini sangat banyak di minati beberapa penggemar burung kicauan di karenakan burung ini mempunyai suara yang bagus serta bisa menirukan burung kicau lainya, umumnya burung yang bagus ini pada biasanya berjenis kelamin lelaki atau jantan berikut ini merupakan sebagian ciri burung prenjak kepala merah jantan atau betina:
  • Umumnya burung prenjak kepala merah jantan bakal mempunyai bulu ekor yang lebih panjang pada prenjak kepala merah betina serta pada ekor ada 2 bulu yang lebih panjang dari bulu ekor lainya. 
  • Biasanya pada burung prenjak kepala merah jantan pada bulu bagian dada bakal berwarna abu-abu gelap lain halnya pada burung prenjak kepala merah betina burung ini condong mempunyai warna abu-abu lebih terang. 
Perawatan prenjak kepala merah ini relatif mudah, namun tetap butuh ketelatenan dan konsisten agar burung prenjak kepala merah bisa gacor dengan waktu yang cepat.

Cara Merawat Bakalan Burung Prenjak Kepala Merah

  • Saat pertama kali anda memperoleh burung prenjak merah baik dari beli atau menangkap dari alam liar untuk menghidari stress pada burung sebaiknyaa anda janganlah memandikan burung dahulu, biarlah burung menyesuaikan dengan sangkar serta lingkungannya lantaran bila anda paksakan burung bakal jadi stress serta dapat berujung kematian. 
  • Saat pertama beli burung biasanya ada burung yang telah dapat makan Voer serta ada juga yang belum terlebih dapatnya dari alam liar burung pasti belum mau makan voer, untuk menangani hal semacam itu dan bisa memakai panduan berikanlah kroto bercampur dengan Voer dengan pertama kali banyakan dahulu Voernya kerap berjalannya saat kurangi kemampuan krotonya maka tidak bakal lama burung prenjak kepala merah anda telah akan makan Voer murni.
  • Saat burung dan telah akan makan Voer murni baiknya anda juga mesti berikan kroto juga lantaran kroto bagus untuk membikin burung prenjak kepala merah jadi gacor. 
  • Pada pagi hari lakukan penjemuran pada 1 hingga 2 jam saja lalu diletakkan yang teduh.
  • Setiap hari burung Prenjak Di tempel Dengan Kaca kecil atau gantunglah di pohon yang banyak burung prenjaknya niscaya burung prenjak akan cepat bunyi.
  • Hidnari pemberian ulat hongkong yang terlalu berlebih kalaupun akan berikan baiknya berikanlah ulat hongkong yang berwarna putih serta berikanlah sisi tubuhya saja. 
  • Berikanlah juga jangkrik pada pagi serta sore harinya pada 3 hingga 4 ekor yang berikanlah sisi perutnya saja. 
  • Sesudah burung mulai menyesuaikan dengan lingkungan maka burung ini bakal mandi dengan sendirinya, maka untuk hindari area minum jadi kotor maka berikanlah wadah spesial untuk mandi anda bisa berikan cepuk atau yang lainya.semoga bermanfaat bagi kalian semua.

Tips Menggacorkan Burung Trucukan(trocok)

Perawatan trucukan dari ropel  hingga nggaruda

Nama asli burung ini adalah merbah cerukcuk atau yellow-vented bulbul (Pycnonotus goiavier). Orang Sunda menyebutnya jogjog, sedangkan orang Jawa mengenalnya sebagai trucukan, yang kemudian juga popular di kalangan kicaumania di Indonesia. Di alam liar, burung ini sering terlihat bersama-sama dengan kutilang.
Meski suara kicauannya tidak sevariatif burung kicauan lainnya, trucukan memiliki suara ropel yang mirip cucakrowo. Itulah yang menjadi salah satu daya tarik trucukan di mata sebagian penggemarnya. Diperlukan perawatan khusus agar trucukan bisa bersuara ropel, apalagi mampu mengembangkan kedua sayapnya atau biasa disebut nggaruda.

Trucukan
Merbah cerukcuck / trucukan / yellow-vented bulbul (Pycnonotus goiavier).
Trucukan termasuk salah satu jenis burung yang mudah jinak atau mudah beradaptasi dengan kehidupan dan lingkungan manusia. Hal ini karena di alam liar, burung ini memiliki habitat di dekat permukiman penduduk, seperti tanah lapang, perkebunan, bahkan di taman-taman kota.
Mereka bahkan membangun sarang di dekat pemukiman atau halaman rumah kita, meski lokasi sarang agak tersembunyi. Boleh jadi, ini merupakan strategi burung trucukan di alam liar agar mampu bertahan hidup di era sekarang.
Sarang trucukan
Sarang trucukan
Sarang mereka kerap ditemukan di beberapa pohon favoritnya, seperti tanaman bambu, kembang sepatu, palem kuning, kaliandra,  pohon jengkol, pohon kenari, dan sebagainya.
Ketinggian sarang yang dibangunnya bervariasi, tergantung jenis tanaman yang digunakannya sebagai tempat bersarang. Yang paling rendah adalah sarang yang dibangun pada tanaman bambu, yang tingginya kurang dari 1 meter dari permukaan tanah.
Wilayah persebaran burung trucukan cukup luas, bahkan spesies ini bisa dijumpai di semua negara Asia Tenggara. Ada 6 supspesies atau ras trucukan, yaitu  :
  • Pycnonotus goiavier analis : tersebar di Semenanjung Malaysia, Sumatera (termasuk Kepulauan Riau, Lingga, Bangka, dan Belitung), Jawa (termasuk Pulau Kangean), Bali, Lombok, dan Sumbawa.
  • Pycnonotus goiavier goiavier : merupakan burung endemik di Filipina, dan bisa dijumpai mulai dari Luzon, Polillo, Mindoro, Panay, Guimara, Negros, hingga Masbate.
  • Pycnonotus goiavier gourdini : tersebar di Kalimantan (termasuk Pulau Maratua) dan Kepulauan Karimunjawa (Kabupaten Jepara, Jawa Tengah).
  • Pycnonotus goiavier jambu : tersebar di Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam.
  • Pycnonotus goiavier samarensis : burung endemik di Filipina (Ticao, Samar, Biliran, Buad, Cebu, Olango, Camotes, Leyte, Bohol).
  • Pycnonotus goiavier suluensis : tersebar di Filipina (dari Dinagat, Nipa sampai Mindanao), Basilan, dan Kepulauan Sulu.
Trucukan yang banyak diperjualbelikan di pasar burung umumnya dari Jawa dan Sumatera, yang terdiri atas ras analis dan gourdini.
Trucukan yang banyak ditemukan di sekitar kita
Burung trucukan ras analis yang banyak dijumpai di Indonesia.
PERAWATAN TRUCUKAN
Banyak kicaumania yang lebih menyukai membeli trucukan bakalan atau muda hutan (MH), yang kondisinya masih liar / giras. Untuk memudahkan perawatan, sebaiknya burung dijinakkan terlebih dulu. Bagaimana cara menjinakkan burung yang tepat, silakan buka kembali arsipnya di sini.
Setelah burung dalam kondisi jinak (minimal semi jinak / jinak-jinak lalat), perawatan hariannya menjadi lebih mudah.
Sebagaimana dua kerabat dekatnya, cucakrowo dan kutilang, trucukan juga termasuk burung pemakan buah-buahan. Tetapi burung ini juga doyan aneka serangga, termasuk ulat, bahkan senang pula memakan bunga-bunga yang sedang mekar.
Dalam perawatan harian, Anda bisa memberikan buah-buahan seperti pepaya, pisang, dan buah lain (misalnya belimbing wuluh, buah naga, dan sebagainya). Silakan cari setelan buah yang paling cocok dan dapat membuat trucukan Anda gacor, karena setiap individu trucukan terkadang memiliki selera yang berbeda-beda.
Untuk extra fooding, Anda bisa memberinya kroto dan jangkrik. Dua bahan pakan ini pula yang digunakan Om Agus Fathoni saat menangkar trucukan di daerahnya, Dusun Ngrukem, Desa Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul.
Burung trucukan mudah memakan apa saja yang ditemukannya
Burung trucukan mudah memakan apa saja yang ditemukannya.
SUARA BURUNG TRUCUKAN ROPEL
Yang paling diharapkan para penggemar trucukan adalah bagaimana burung menjadi rajin bunyi dan mampu mengeluarkan suara ropel. Trucukan dewasa memiliki beberapa tipe suara, antara ngebren dan ropel. Berikut ini perbedaan suara trucukan ngebren dan ropel.
Audio trucukan ngebren   l   Download
Audio trucukan ropel   l   Download
Audio trucukan ropel panjang   l   Download
Audio trucukan ropel dalam ruangan   l   Download

Untuk perawatan agar trucukan lebih rajin berbunyi, khususnya dengan suara ropel, Anda bisa menggunakan beberapa metode. Salah satunya adalah pemberian pakan racikan yang kaya nutrisi, serta pemberian vitamin dan suplemen khusus yang bisa mengatur metabolisme dan hormon dari burung tersebut.
Untuk burung dewasa, hal tersebut tentu menjadi lebih mudah dalam membuatnya lebih rajin berkicau, serta mengeluarkan suara ropel daripada burung muda yang rata-rata masih belajar berkicau (ngeriwik).
Cara-cara yang biasa digunakan untuk membuat trucukan lebih rajin berbunyi adalah memberikan parutan buah apel seperti pernah dijelaskan Om Kicau untuk burung tledekan (cek artikelnya di sini). Dalam hal ini, buah apel dipotong, lalu bagian kulit dan bijinya dibuang. Daging buah kemudian diparut dan diperas.
Hasil parutan yang sudah berkurang kadar airnya bisa dicampur dengan kroto bersih dan segra (bersihkan dulu kroto dari sisa-sisa semutn). Campuran ini diaduk hingga merata, kemudian bisa ditetesi multivitamin seperti BirdVit dan / atau TestoBirdBooster (TBB), lalu diberikan kepada trucukan.
  • BirdVit sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi burung yang selalu fit, dan menutup kekurangan aneka jenis vitamin yang tak tersedia dalam pakan buah maupun EF. Vitamin bisa diberikan 3 kali seminggu.
  • Adapun TBB digunakan untuk burung yang selama dipelihara tak pernah gacor, dan baik pula untuk menjaga kegacoran burung. Pada pemberian pertama, dosisnya 3 hari berturut-turut, kemudian cukup diulangi sekali dalam seminggu.
Pemberian BirdVit jangan dilakukan pada hari yang sama dengan pemberian TBB. Hal ini untuk menjaga efektivitas kerja dari masing-masing suplemen tersebut dalam metabolisme tubuh burung. Jadi, jika pakan racikan hari ini dicampur BirdVit, maka TBB bisa dicampur dalam pakan racikan tersebut untuk besoknya.
Dengan menggunakan terapi tersebut selama beberapa hari, burung akan menjadi lebih rajin berbunyi, dan  burung pun mendapat stimulan untuk mengeluarkan suara ropel yang khas. Pastikan trucukan yang dipelihara berjenis kelamin jantan, meski ada pula trucukan betina yang sanggup bersuara ropel, namun tidak begitu panjang (pendek-pendek).
TENTANG TRUCUKAN YANG NGGARUDA
Trucukan yang mengembangkan kedua sayapnya dikenal dengan istilah nggaruda. Istilah ini diambil dari kata garuda (elang jawa), yang sering mengembangkan kedua sayapnya seperti itu. Sebenarnya sikap dan karakter nggaruda pada trucukan merupakan cara mengekspresikan diri, atau unjuk kebolehan, dalam rangka menjaga teritorialnya.
Di alam liar, burung trucukan jantan akan menunjukkan wilayah kekuasaannya dengan cara mengembangkan kedua sayapnya. Terkadang gaya itu dilakukannya sambil berbunyi. Hampir semua jenis trucukan yang punya mental  baik dan berusia dewasa akan memiliki gaya nggaruda.
Trucukan garuda
Gaya nggaruda pada burung trucukan.
Jika menginginkan trucukan Anda bisa nggaruda, latihlah mentalnya agar memiliki sifat teritorial terhadap lingkungan sangkarnya. Misalnya, sering-seringlah menempelkan sangkar yang berisi burung lain ke sangkar trucukan selama beberapa menit, kemudian jauhkan lagi beberapa menit, lalu ditempelkan lagi. Lakukan hal ini secara rutin, setiap hari, meski durasinya cukup beberapa menit saja.
Metode lain yang bisa dilakukan adalah metelakkan sangkar trucukan di bawah. Taburkan pakan kenari (bisa juga beras) di sekililing sangkar, dan lepaskan beberapa ekor burung gereja yang sudah jinak. Burung gereja ini akan mendekati daerah di sekililing sangkar trucukan, untuk mengambil pakan kenari. Jika trucukan memiliki mental yang bagus, dia akan mengeluarkan gaya garudanya untuk menghalau burung-burung gereja tersebut.
Jika Anda tak memiliki burung gereja yang jinak, bisa juga meletakkan beberapa sangkar burung gereja dan di dekatkan di sangkar trucukan. Pakan kenari ditebar di luar sangkar burung gereja, sehingga burung ini akan selalu mengeluarkan suaranya dan posisinya mengarah ke posisi sangkar trucukan.
Metode ini membutuhkan waktu yang relatif cepat jika trucukan sudah dewasa. Sebab, seperti dijelaskan di atas, nggaruda sebenarnya merupakan karakter asli burung trucukan di alam liar. Hanya saja, selama dalam pemeliharaan di dalam sangkar, karakter ini jarang muncul karena tidak terlatih. Namun untuk burung muda atau bakalan, intensitas latihan harus dilakukan lebih rutin lagi, dan prosesnya membutuhkan waktu lebih lama.
Semoga bermanfaat.

Membuat Pleci Bakalan/Liar Cepat Ngeriwik/bunyi

                 Selamat berjumpa kembali para pembaca setia dan juga pecinta kicau pleci.Setelah beberapa waktu lalu saya berikan posting bagaimana memilih pleci bakalan yang bagus dan bagaimana membuat pleci jadi gacor, kali ini saya akan memberikan kembali postingan tentang pleci. postingan kali ini tentang bagaimana merawat pleci bakalan agar cepat bunyi atau ngriwik. Memang agak telat sih, hehe tapi tak apalah yang penting masih bisa berguna bagi sobat semua. Nah untuk menghasilkan burung pleci yang baik dan cepat bunyi, sobat terlebih dulu harus memastikan burung bakalan sobat bakalan yang bagus. Baca lagi disini
Hanya untuk mengingatkan, burung bakalan yang bagus untuk kicauan adalah burung jantan, untuk pleci bisa di lihat dengan mudah dari bentuk ekor yang berbentuk V dan juga memiliki lingkar putih dimatanya tebal dan tegas. Jika sobat membeli burung pleci  bakalan pilih yang bulunya utuh jangan yang brodol ekornya, serta pilih yang lincah.
Untuk perawatan tiap hari sebenarnya sama dengan perawatan menggacorkan burung pleci baca juga disini. Pada pagi hari sobat embunkan pleci kisaran jam 5 – jam 7 pagi kemudian mandikan burung, kalo saya memandikannya dengan semprotan halus, pastikan jangan ada makanan di dalam kandang, bisa di ambil pada sore hari dan kandang dibiarkan kosong tanpa makanan. Hanya sisakan saja minum di dalam kandang. Pastikan sobat memandikannya sampai burung benar-benar basah kuyup, tujuannya agar pleci semakin lapar dan untuk menjinakan. Kemudian jemur kembali di tempat yang terkena matahari hingga kira-kira setengah jam. Perlu di ingat, sinar matahari pagi sangat bagus untuk burung karena tidak terlalu panas bisa membantu burung menjadi lebih nyaman di kandang dan membantu burung lebih cepat ngriwik.
Setelah setengah jam, berikan makanan berupa voor sedikit saja kemudian ulat hongkong 3-5 ekor dalam cepuk berbeda serta pisang kepok untuk ulat hongkong pilih yang berwarna putih yang akan berganti kulit. Biarkan burung tetap berada ditempat panas tadi sampai jam 11 angkat burung dan kerodong kemudian di master dengan suara burung pleci atau suara burung lain selama 1 jam kira-kira sampai jam 12. Setelah 1 jam buka kerodong dan berikan lagi ulat hongkong 3 ekor dan taruh pleci di tempat teduh  sampai sore hari, pastikan tempat burung berada adalah tempat yang ramai lalu lalang orang tujuannya agar burung cepat beradaptasi dengan lingkungan manusia.
Sore hari berikan kembali ulat hongkong 3-5 ekor bisa mandikan kembali burung sampai basah kuyup dan jemur di tempat matahari menyinari. Setelah itu kerodong kembali burung dan berikan masteran burung pleci sampai pagi hari. Untuk malam hari jangan berikan masteran burung lain karena pleci tidak akan mendengarkan.
Lakukan hal tersebut  berulang-ulang setiap harinya, pengalaman saya pribadi tak sampai 2 minggu saya memberikan treatment tersebut pleci saya sudah ngriwik. Bahkan saat siang hari saya memberikan masteran burung lain, pleci saya langsung menirukan suara burung tersebut. Sekian dulu postingan tentang pleci dari saya lain kali bisa kita sambung lagi. Semoga bermanfaat dan tunggu lagi postingan-postingan menarik dari saya.